July 1, 2009
Tulisan ini dimuat sebagai ujud apresiasi terhadap HUT Kota Palangka Raya ke-44 pada tanggal 17 Juni 2009. Telah dimuat di Harian Kalteng Pos (15-16 Juni 2009) dan di portal Kalimantan Tengah www.betang.com, serta situs resmi Pemprov Kalteng www.kalteng.go.id
Perlukah diadakannya suatu badan khusus yang menangani pariwisata di bumi Kalimantan? Marilah kita telaah bersama.
Di ranah nasional, Kalteng dikenal sebagai propinsi yang mempelopori Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Kalimantan (FKRP2RK). Sektor unggulan dalam upaya percepatan pembangunan tersebut adalah infrastruktur. Sebagai pelopor utama forum tersebut tentu saja cerita memilukan bahwa kontribusi PRB Kalteng paling rendah dibanding ketiga propinsi lainnya, bukanlah halangan.
Di sisi lain, tidak kalah penting adalah perhatian pada sektor pariwisata. Nilai penting sektor pariwisata disebabkan oleh dua hal, pertama angka kunjungan turis asing di tahun 2010 yang akan mencapai 1,046 milyar orang (WTO, 2008). Kedua, meluasnya tren model pariwisata minat khusus di abad 21 kini, dimana unsur kelaikan infrastruktur terutama jalan yang bagus, ketersediaan hotel berbintang, hingga pelayanan ala amerika, menjadi tidak begitu penting bagi para turis tersebut.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
architecture, culture, ecotourism, specific issue, tourism |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang
March 3, 2009

Tentu tak dapat dipungkiri bahwa pembangunan real estate yang menjual produk perumahan bertemakan green architecture, dihargai cukup mahal dibandingkan jenis hunian yang tidak memberi label green pada produknya. Konsep green seolah menjadi obat terapi yang mahal di tengah kalutnya isu mengenai global warming.
Tidak salah memang, konsekuensi kecerobohan manusia yang mengabaikan alam memang seharusnya ditebus mahal. Kolektivitas perilaku dosa manusia terhadap alam harus ditanggung bersama. Jikalau dampak negatifnya dicerca sebagai ketidakadilan alam, maka tentu tidak salah jikalau Tuhan membiarkan alam makin beringas mengadili manusia. Mencerca alam dan Pencipta seharusnyalah diganti dengan mengobati alam dan mensyukuri bencana yang terlanjur menimpa. Read the rest of this entry »
7 Comments |
architecture, ecotourism |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang
November 18, 2008

Diantara saratnya kegiatan kota dan meningkatnya pergerakan warga kota selepas pulang kantor di malam hari. Seorang rekan fotografer arsitektur mengajak saya untuk menikmati night hunting ke tengah CBD Jakarta.
Starting point kami dari Grand Indonesia, sembari memanggul camera backpacker masing-masing yang fiuww..beratnya, kami menyusuri setengah koridor Sudirman-Thamrin ke arah Four Season-The Peak. Ada dua kamera yang saya tenteng, Nikon D70 SLR 70-300 dan Pro summer Canon S5is. Berikut sebagian hasil jepretan dengan kamera pro summer, tanpa tripod, aduhai goyangannya, lumayan bikin noise.
Silahkan dinikmati..



Dari atas-bawah: (1) Grand Indo; (2) Hyatt; (3) Night street corridor; (4) me; (5) Mercy Tower; (6) HI statue
2 Comments |
architecture |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang