August 11, 2008

Bagian 2
Berbagai sektor pembangunan bergerak dengan motivasi yang sama untuk mencapai cita-cita masyarakat adil makmur yang tidak lagi dilabeli kemiskinan. Demikian pula halnya dengan sektor kepariwisataan, berbagai strategi dan program diupayakan agar tercapainya/terpenuhinya tujuan untuk mengurangi bahkan menghilangkan kemiskinan. Tulisan ini berisi konsep-konsep ringkas pengurangan kemiskinan melalui bidang kepariwisataan, yang sekaligus pula untuk melengkapi tulisan sebelumnya (Mengentaskan atau Mengurangi Kemiskinan).
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
tourism |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang
August 9, 2008

Bagian 1
Benarkah kemiskinan bisa dihilangkan? Dan mengapa sepanjang sejarah umat manusia, sejarah mengajarkan bahwa kemiskinan tidak bisa dilenyapkan?
Selama ini, tentu kita sering mendengar beberapa istilah yang ‘digandeng’ dengan kata kemiskinan, antara lain : (1) menghapuskan kemiskinan; (2) mengentaskan kemiskinan; (3) menghilangkan kemiskinan; (4) menanggulangi kemiskinan; (5) memerangi kemiskinan dan (6) mereduksi/mengurangi kemiskinan. Padanan kata-kata kemiskinan di atas menunjukkan bahwa kemiskinan seolah-olah dianalogikan sebagai sebuah aib. Apabila kemiskinan dianggap sebagai aib, maka seluruh definisi tentang kemiskinan, akan cenderung dipadankan dengan kata kerja aktif seperti menghapuskan, mengentaskan, menghilangkan, menanggulangi, memerangi hingga mereduksi.
Read the rest of this entry »
2 Comments |
specific issue |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang
August 9, 2008

Kemiskinan bagi sebagian besar orang merupakan momok menakutkan yang sebisa mungkin untuk disingkirkan. Kemiskinan macam apakah yang seharusnya dapat dihindarkan? Benarkah kemiskinan menjadi bagian tak terpisahkan dalam sejarah manusia? Dapatkah bidang pariwisata turut serta dalam upaya pengurangan kemiskinan?
Berikut merupakan serial tulisan yang merupakan hasil kontemplasi terhadap apa itu kemiskinan.
Bag.1 – Mengentaskan atau Mengurangi Kemiskinan?
Bag.2 – Konsep Umum Pengurangan Kemiskinan Melalui Pariwisata
Bag.3 – Mengurangi Kemiskinan Melalui Pariwisata: Sebuah Tinjauan Kritis
Tulisan-tulisan tersebut di atas merupakan tulisan yang sebelumnya telah dipublikasikan di www.kalteng.go.id dan www.planetborneo.net dan telah di edit ulang oleh penulis.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
specific issue, tourism |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang
December 10, 2007

Sejarah perselisihan Indonesia dengan Malaysia terbilang panjang. Selain kasus Blok Ambalat, salah satunya berkenaan dengan penggunaan lagu “Rasa Sayange” sebagai bagian dari kampanye promosi Negeri Jiran tersebut. Terang saja aksi tersebut membuat gerah masyarakat Indonesia, terutama kalangan seniman dan budayawan. Uniknya, statistik menunjukkan, tanpa lagu “Rasa Sayange” itu pun pertumbuhan kunjungan pariwisata Malaysia telah mencapai angka yang spektakuler.
Read the rest of this entry »
6 Comments |
tourism |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang
November 16, 2007

Meningkatnya minat motivasi menjelajah dunia baru dan kunjungan wisatawan sebagai implikasi dari meningkatnya pendapatan rata-rata penduduk dunia, ditandai dengan tingginya angka kunjungan global dan pengeluaran wisatawan dunia.
Hal tersebut dicatat oleh WTO yang menyebutkan bahwa pengeluaran wisatawan dunia/internasional pada 7 tahun yang lalu, telah mencapai jumlah hingga 698 juta orang dan mampu menciptakan pendapatan sebesar USD 476 milyar.
Read the rest of this entry »
2 Comments |
tourism |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang
August 14, 2007

Apabila kita pernah merencanakan suatu perjalanan berlibur ke luar negeri maka apabila uang yang kita miliki cukup, sambil berandai andai maka sebagai calon turis mulai memikirkan kota dan negara mana yang akan dikunjungi. Ketika melihat brosur-brosur biro perjalanan wisata internasional maka akan mudah kita temukan negara-negara penting yang sangat dikenal karena ‘sesuatu’ yang dimilikinya, ambil contoh adalah Menara Eifel dan fashion maka kita akan ingat kota Paris, kota diatas air dengan kanal-kanal yang indah maka kita akan ingat Venice, Orchad Road di Singapura hingga Menara Petronas di Malaysia.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
tourism |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang
August 6, 2007

Pariwisata pada saat ini menjadi harapan bagi banyak negara berkembang termasuk Indonesia sebagai salah satu sektor yang sangat diandalkan dalam peningkatan ekonomi negara. Kalimantan Tengah sebagai salah satu propinsi yang memiliki 3 taman nasional, memilki keanekaragaman hayati yang unik dan kaya.
Taman Nasional Sebangau (TNS) yang dideklarasikan pada 19 Oktober 2004 lalu sebagai salah satu kawasan konservasi di Kalteng tentunya tidak akan dapat dilepaskan pula dari upaya pengembangan pariwisata sebagai wujud dari pengelolaan ekonomis kawasan tersebut.
Read the rest of this entry »
5 Comments |
ecotourism |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang
August 6, 2007
Tulisan berikut merupakan hasil catatan perjalanan riset Rio Setiawan saat menyelesaikan tesisnya. Sempat tinggal di desa Pasir Panjang, Pangkalan Bun bersama Prof. Birut Galdikas dan selama sebulan di desa Teluk Pulai, Kumai yang terkesan terisolir.
Apabila warga Kalteng pernah mengunjungi (berwisata) ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dan masuk melalui Kabupaten Kotawaringin Barat (Pangkalanbun), tentunya akan pernah mendengar tiga nama desa utama yang berada di dalam kawasan TN, yakni desa Sei Sekonyer, desa Teluk Pulai dan desa Sei Cabang.
Satu-satunya desa di dalam kawasan TNTP tersebut yang memiliki potensi tanah yang sangat subur dan sangat baik untuk pertanian persawahan dan perkebunan adalah di desa Teluk Pulai. Read the rest of this entry »
1 Comment |
tourism |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang
August 3, 2007

Studi Kasus: Kalimantan Tengah
Menyimak pemaparan visi & misi yang dikeluarkan oleh Bapak Gubernur A.Teras Narang pada saat Raker Bupati se-Kalteng dan Kadis di Lingkungan propinsi Kalteng (yang termuat di harian Kalteng Pos edisi Selasa, 23 Agustus 2005) sungguh sangat menarik untuk dikaji. Dalam pemaparan mengenai target pembangunan Kalteng dalam 3 tahun ke depan disebutkan bahwa arah pembangunan adalah pada infrastruktur, sektor pariwisata, (pemberantasan) illegal logging hingga sosial budaya (hal.15).
Pada tulisan tersebut nampaknya prioritas pembangunan sektor pariwisata berada pada urutan kedua setelah pembangunan infrastruktur (jikalau penulis tidak salah mempersepsikan pada ‘urutan kedua’, karena tidak hadir secara langsung pada acara tersebut), apabila benar maka hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya signifikansi pembangunan pariwisata di propinsi Kalteng.
Mengapa pembangunan pariwisata menjadi begitu penting? Read the rest of this entry »
9 Comments |
tourism |
Permalink
Posted by Rio Setiawan Migang